Kabupaten
Kuantan Singingi

Ada Kawasan Hutan Purbakala di Kuansing, Ini Penelitian Dinas Kebudayaan Rau

TELUK KUANTAN - Ternyata didapatkan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau ini ada ditemui kawasan hutan purbakala. Maka saat ini di Dinas Kebudayaan (Dinbud) Provinsi Riau melakukan penelitian dari tempat bersejarah itu, Senin ( 22/11/2021).

Untuk sementara, temuan alat-alat litik di Desa Logas dan serta Muara Lembu merupakan bagian perjalanan migrasi manusia dan bahkan budaya prasejarah sebelum sampai ke Gua Lidah Aer berada di Payakumbuh (Provinsi Sumbar) atau lokasi lain yang belum ditemukan untuk dikembangkan penelitian masuk dalam periode prasejarah.

Ekspose kajian awal itu oleh konsultan dilakukan pada hari Jumat (19/11/2021) di Bilik Musyawarah Rahim. Hal itupun, dibuka secara resmi Kepala Dinbud Riau, Raja Yoserizal Zen, diikuti peserta dari pihak terkait. Hasil ekspose seperti dijelaskan Yoserizal, dengan ada temuan manusia prasejarah itu dengan kronologi budaya yang sekitar 73.000 BP di Gua Lidah Aer tersebut muncul satu pertanyaan.

"Tentang dari mana mereka berasal dan jalur migrasi mana yang mereka tempuh untuk sampai kepada Gua Lidah Aer dan produk budaya apa mereka gunakan itu dalam kehidupan di periode budayanya," katanya. Secara singkronis manusia di masa itu didukung teknologi peralatan batu berupa alat-alat batu serderhana yang termasuk di kelompok paleolitik. Sementara itu, alat-alat batu demikian tidak ditemukan di Gua Lidah Aer.

Lebih lanjut, kuat dugaan temuan alat paleolitik Muara Lembu dan Logas ini sebagai bagian peralatan pendukung dari manusia prasejarah itu bermigrasi dan kemudian menghuni Gua Lidah Aer pada masa lalu.

Pengembangan penelitian di daerah ini menurut Yoserizal Zein, sangat penting dilakukan karena temuan alat-alat litik di Desa Logas dan Muara Lembu ini dapat disimpulkan ini merupakan temuan baru bagi pengungkapan budaya prasejarah tidak hanya di wilayah Riau, tetapi juga kawasan Sumatera.

Selama ini di Pulau Sumatera termasuk alat litik sejenis baru bisa terungkap di Bengkulu. Begitu juga bila temuan alat-alat litik ini dikaitkan dengan temuanya manusia prasejarah di Gua Lidah Aer (Payakumbuh, Sumatera Barat) dengan pertanggalan sekitar 73.000 BP yang temuannya belum didukung dengan temuan budayanya.

“Bisa jadi temuan alat-alat litik di Desa Logas dan Muara Lembu merupakan bagian perjalanan migrasi manusia dan budaya prasejarah sebelum sampai ke Gua Lidah Aer (Payakumbuh) atau pun lokasi lain yang belum ditemukan atau dikembangkan penelitian yang masuk dalam periode prasejarah,” sebutnya.

Untuk mengungkap semua hal itu, kata Yoserizal, tentu harus dengan dilakukan penellitian yang lebih mendalam melalui serangkaian bagian kegiatan ekskavasi arkeologi. Untuk mengetahui kronologi budaya dari sebaran alat-alat litik, maka perlu didukung analisis pertanggalanya secara laboratoris. Sehingga, nantinya diperoleh pertanggalan dari budaya litik yang ada didaerah ini.

“Hasil awal dari penelitian ini kiranya dapat ditindaklanjuti dan didukung oleh semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar Riau di Batusangkar serta pihak-pihak yang peduli dengan kebudayaan daerah,” tutup Yoserizal. (riaueksis)

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Kolom isian yang wajib diisi ditandai *
Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Profil Kuansing

  • Bupati
    Andi Putra, SH, MH
  • Wakil Bupati
    Drs. H. Suhardiman Amby ,Ak. MM
  • Hari Jadi
    12 Oktober 1999
  • Luas
    7.656,03 km2
  • Penduduk
    325.307 jiwa (2016)
  • Kepadatan
    41,53 km2 (2016)
  • Kecamatan
    15
  • Kelurahan
    11
  • Zona Waktu
    WIB (GMT +7)
  • Kode Telepon
    +62 0760
  • Koordinat
    0 000 -1 0 00 LS
    101 0 02 - 101 0 55 BT
  • Ketinggian
    400 mdpl
LPPL Kuansing FM
LPPL Kabupaten Kuantan Singingi