Kabupaten
Kuantan Singingi

Bupati Kuansing Buka FGD Sensus Penduduk Menuju Satu Data Kependudukan

Telukkuantan - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Drs. H. Mursini, M.Si membuka Forum Group Discussion (FGD) sensus peduduk menuju satu data kependudukan, Kamis (28/11/2019) di Hotel Angela, Telukkuantan.

Kegiatan ini diprakarsai Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, dengan mengusung tema "Satu Data Kependudukan".

Bupati Mursini, diksempatan ini menyampaikan tentang pentingnya masyarakat memiliki data kependudukan. Ia pun mengajak semua elemen masyarakat mendukung Sensus Penduduk (SP) tahun 2020.

"Sensus Penduduk 2020 ini sebagai upaya mewujudkan Kuansing menuju satu data kependudukan," sebutnya.

Sementara Kepala Bidang Produksi BPS Provinsi Riau Moh Fatihuddin mengatakan SP 2020, BPS akan menggunakan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sebagai basis data dasar.

"Data kita ambil dari Dukcapil sebagai data dasar. Kemudian kita update," kata Fatihuddin.

Mengenai SP tahun 2020 ini, BPS menurutnya akan mendapatkan jumlah penduduk de facto dan de jure. Penduduk de facto dilihat berdasarkan tempat tinggal. Sedangkan de jure dilihat melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Tujuan SP 2020 itu menyediakan data, jumlah, komposisi, distribusi karakteristik penduduk Indonesia menurut wilayah," jelasnya.

Untuk sensus Penduduk tahun 2020 ini menurutnya, BPS akan memanfaatkan data registrasi penduduk yang disebut Combined Method (Metode Kombinasi). Metode ini sebagai jembatan penyempurnaan data kependudukan.

"Metode tradisional kita lakukan tahun 2010 ke bawah. Maka memasuki industri four poin o, tahun 2020 kita memakai metode kombinasi dan 2030 mendatang kita pakai metode registrasi. Jadi ada kesadaran masyarakat untuk registrasi," terangnya.

Metode ini, merupakan data administrasi yang tersedia pada Ditjen Dukcapil akan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan, baik melalui pendataan mandiri (Sensus Penduduk Online) maupun door-to-door.

Sensus Penduduk 2020 akan diawali dengan sensus online pada Februari sampai Maret 2020. Pada tahap ini, masyarakat diharapkan mengisi formulir elektronik melalui https://sensus.bps.go.id.

"Setelah tahap itu selesai, penduduk yang belum berpartisipasi pada Sensus Penduduk Online akan dicacah pada Juli 2020," jelasnya.

Sementara Kadisdukcapil Kuansing Refendi Zukman menginginkan dengan Sensus Penduduk 2020 diharapkan tidak ada lagi kontroversi terkait data dan tidak membingungkan masyarakat.

"Mari kita dukung SP 2020. Mulai dari Desa, Kecamatan, OPD dan vertikal supaya SP 2020 berjalan sukses," harap Refendi. Lanjutnya, satu data kependudukan ini adalah kunci agar perencanaan kedepan semakin akurat.

Diakui Refendi, sebenarnya banyak permintaan dari Fesa, kecamatan serta instansi vertikal agar bisa terkoneksi dengan data kependudukan Disdukcapil. Namun permintaan itu belum bisa dilakukan.

"Karena itu kita harus menjalin kerja sama dulu. Itu pun harus dapat izin dari Dirjen Kependudukan," ungkapnya.

Data kependudukan itu kata Refendi, secara umum untuk pelayanan publik. Seperti masyarakat yang akan mendapat bantuan hibah rumah layak huni, maka harus mempunyai KTP dan KK.

"Jadi data kependudukan ini penting. Maka mari semua dukung SP 2020," himbaunya. (riauterkini)

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Kolom isian yang wajib diisi ditandai *
Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Profil Kuansing

  • Bupati
    Drs. H. Mursini, M.Si
  • Wakil Bupati
    H. Halim
  • Hari Jadi
    12 Oktober 1999
  • Luas
    7.656,03 km2
  • Penduduk
    325.307 jiwa (2016)
  • Kepadatan
    41,53 km2 (2016)
  • Kecamatan
    15
  • Kelurahan
    11
  • Zona Waktu
    WIB (GMT +7)
  • Kode Telepon
    +62 0760
  • Koordinat
    0 000 -1 0 00 LS
    101 0 02 - 101 0 55 BT
  • Ketinggian
    400 mdpl