TELUK KUANTAN - Kepala Bappeda Litbang Kuansing Ir H Maisir juga di dampingi oleh Ir. Parlin balai pertanian dari Provinsi Riau. Sedang mengadakan kegiatan penelitian padi tahan banjir di Kecamatan Sentajo Raya. Desa Pulau Komang Sentajo, Kamis (11/11/2021).
Padi yang diuji coba bisa dipanen 100 hari setelah ditanam.
Dalam kegiatan ini sengaja di lakukan uji coba penanaman padi mulai dari penyemaian selama 2 atau 3 hari sesudah mulai tampak tunas barulah disemaikan, semua itu untuk membantu masyarakat setiap desa yang biasanya rawan banjir. Dan untuk itu kepala BAPPEDA Kuansing. melakukan penelitian terhadap padi tahan banjir dan lama terendam.
"Nah, kami mengadakan penelitian terhadap petani yang objek tanah yang rawan banjir, setelah kita lakukan penelitian dengan dasar kolam yang sudah kita sediakan yang mana nantinya tanaman padi sudah berumur 2 sampai 3 bulan kita coba rendam," kata BAPPEDA Kuansing.
Kemudian Ir. H. Maisir tambahkan,semoga Penelitian ini benar bermanfaat nantinya, jadi bisa dikelola untuk lahan persawahan yang rawan banjir.
Ada 5 jenis tanaman padi yang ditanam untuk di uji coba :
1. Inpara,bono
2. Inpara,10
3. Inpara,8
4. Inpara,3
5. Inpari,30
Dengan penelitian ini sudah kami buktikan untuk Ketahanan dan kelebihan dari padi itu, dengan cara di rendam selama 15 hari.
"Setelah 12 hari lamanya padi ini di rendam, akhirnya kami keringkan kembali dan hasilnya pun terbukti bahwa padi-padi tersebut masih tetap hidup dan semakin menyuburkan malahan. "Jelas Kepala BAPPEDA Kuansing Maisir.
Dengan adanya penelitian padi tahan banjir ini, kami sangat senang, karena penelitian yang kami buat mudah mudahan tidak sia sia.
Setidaknya masyarakat Kuansing tidak perlu kwatir lagi untuk berpikir bahwa akan mengalami gagal panen padi kalau sudah tiba musim hujan.
Kelima jenis padi tersebut sudah coba di tanam lima petak sawah sudah berumur dua bulan.
Dan sudah di uji coba digenangi dengan air sampai tengelam kepucuknya sampai tidak kelihatan selama 12 hari, Insyaallah tidak mati dan tidak membusuk.
Justru karena itu, kita melakukan penelitian terhadap padi tahan banjir ini agar bisa membantu para petani petani desa yang sering mengalami kegagalan panen padi akibat banjir.
"Semoga ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat Kuansing untuk kedepannya nanti. "Tutup Kepala BAPPEDA Kuansing Maisir. (sergaponline)








0 Komentar