Mengenal Permainan Tradisional Sepak Rago Tinggi dan Menuju API Award 2023
Teluk Kuantan - Kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki oleh Kab. Kuantan Singingi menjadi kan negeri ini istimewa. Salah satu nya kekayaan budaya dan tradisi yang masih eksis hingga saat ini adalah permainan "Permainan Tradisionl Sepak Rago Tinggi" dari Kenegerian Kopah
Rio Kasyter Wandra Ketua Pusako Kenegrian Kopah saat Talkshow di Kuansing Fm mengatakan, Rabu 9 / 3/ 2023 , Sepak rago tinggi menjadi warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi yang diketahui dan masih dirasakan keberadaanya.
Konon kabarnya permainan ini sudah ada sejaak 1833 dan waktu itu masih dimainkan oleh keluarga kerajaan
Sementara Suparmi yang juga narasumber dalam talkshow tersebut menjelaskan, Permainan tradisional Sepak Rago Tinggi ini sangat menarik karena sejarahnya sepak rago tinggi merupakan permainan melawan kejahatan yang diabaratkan bola rago tinggi adalah mata setan. Permainan ini dimainkan oleh tujuh sampai lima belas orang dengan membentuk lingkaran di lapangan terbuka, dimana bola dimainkan menggunakan punggung kaki yang alasnya terbuat dari kulit sapi dengan istilah selepak dan permainan sepak rago tinggi dimainkan dengan teknik tertentu seperti gerakan silat dan tari agar bola berpindah dari satu pemain ke pemain lain tanpa jatuh ke tanah yang menjadi target adalah payung yang berada diatas yang tingginya lebih dari 7 meter sebagai tujuan dari sepak rago tinggi.
sepak rago tinggi terbuat dari rotan dengan ukuran lebih kurang 10 cm daun kelapa muda sebagai pembatas lapangan permainan tradisional ini membutuhkan kecepatan, kekuatan, kerjasama, kelincahan, dan penguasaan bola.
" Dalam Permainan sepak rago tinggi juga ada dayang yang tugasnya mengobati apabila ada pemain sepak rago tinggi ada yang terjatuh, permainan sepak rago tinggi juga harus di ikuti oleh rarak godang" Jelas Rio
"Semoga kekayaan kebudayaan ini tetap lestari dan tetap menjadi tradisi dan budaya di Kuantan Singingi" Tambah Rio Kasyter yg juga Sekretaris Satpol PP Kab Kuansing.








1 Komentar