TELUK KUANTAN – Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tidak hanya diarahkan menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga didorong untuk menembus panggung internasional. Pada Festival Pacu Jalur 2026, Pemerintah Kabupaten Kuansing berkomitmen memperkuat promosi dengan memanfaatkan kreativitas dan potensi generasi muda daerah.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Kuansing H. Muklisin saat memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Festival Pacu Jalur KEN 2026 di Gedung Narosa, Teluk Kuantan, Minggu (16/8/2026) pagi.
Dalam rapat tersebut, H. Muklisin meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing mengemas Festival Pacu Jalur 2026 secara lebih kreatif, masif dan mampu menarik perhatian masyarakat luas melalui berbagai platform media.
Menurutnya, potensi anak-anak Kuansing yang memiliki kemampuan bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Arab hingga Mandarin, perlu diberikan ruang untuk berperan dalam mempromosikan Pacu Jalur. Mereka dapat dilibatkan sebagai reporter atau pembawa cerita di sekitar arena perlombaan, sehingga informasi mengenai sejarah, filosofi dan kemeriahan Pacu Jalur dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat internasional.
“Anak-anak kita yang menguasai bahasa asing harus diberi ruang. Mereka bisa menjadi reporter jalur, sehingga cerita dan filosofi Pacu Jalur dapat disampaikan kepada masyarakat dunia,” ujar Muklisin.
Ia menegaskan, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung jalur. Di balik tradisi tersebut terdapat sejarah, budaya, filosofi, kreativitas serta semangat gotong royong masyarakat Kuansing yang memiliki nilai jual tinggi dalam pengembangan sektor pariwisata.
Karena itu, menurutnya, strategi promosi Pacu Jalur tidak boleh berhenti pada pemberitaan lokal. Festival tersebut perlu dikemas menggunakan bahasa, narasi dan perspektif yang dapat dipahami oleh masyarakat internasional.
“Target kita bukan hanya masyarakat Kuansing tahu Pacu Jalur. Dunia juga harus tahu bahwa di Kuansing ada budaya yang luar biasa ini. Kalau semakin dikenal, kita berharap semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Kuansing,” tegasnya.
Selain aspek promosi, PLT Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan Festival Pacu Jalur KEN 2026 membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintah daerah agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan maksimal.
Dalam rapat tersebut, Muklisin juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 175 jalur telah mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam Festival Pacu Jalur 2026. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuansing, tetapi juga terdapat jalur dari luar daerah.
Sementara itu, Pj Sekda Kuansing Drs. Muradi, M.Si., menjelaskan bahwa rangkaian festival pada hari pertama akan diawali dengan pawai. Setelah itu, perlombaan pacu jalur akan dilaksanakan dengan 25 kali hilir.
Adapun rekap sementara peserta yang telah terdata yakni Cerenti sebanyak 8 jalur, Inuman 8 jalur, Kuantan Hilir 6 jalur, Kuantan Hilir Seberang 11 jalur, Logas Tanah Darat 2 jalur, Pangean 11 jalur, Benai 17 jalur, Sentajo Raya 8 jalur, Kuantan Tengah 29 jalur, Gunung Toar 16 jalur, Kuantan Mudik 22 jalur, Hulu Kuantan 8 jalur, Singingi Hilir 1 jalur, Indragiri Hulu (Inhu) 26 jalur, Sumatera Barat 1 jalur dan Jambi 1 jalur.
Dengan demikian, total sementara peserta yang telah mendaftarkan diri mencapai 175 jalur.
Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Kuansing Drs. Napisman, Asisten III Azhar, MM., seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, serta Ketua Panitia Festival Pacu Jalur 2026 Andi Cahyadi (Aheng).








0 Komentar