Kabupaten
Kuantan Singingi

Sirine LPPL Kuansing FM yang Selalu Dinantikan

Hasan langsung menghidupkan radio National-nya, sembari mengutak-atik 'tuning' mencari siaran. Terdengar suara desir dari radio berwarna hitam tersebut. Kemudian, dia mulai menyambungkan kabel dari dari sebuah antena. Antena itu terpaku di bagian atap rumah panggung tersebut.

"Kalau antenanya tak tinggi, siarannya kurang bersih," ujar warga yang tinggal di Pangean ini pada 25 April 2020.

Setelah tersambung, suara desir seketika hilang. Terdengarlah suara seorang laki-laki memberikan ceramah. Hasan mendengarkan tausiyah tersebut secara seksama.

"Ceramah agama ini sangat penting untuk meningkatkan keimanan. Apalagi, dalam bulan suci Ramadan. Karena itu, setengah jam jelang buka puasa, radio wajib dihidupkan," ujar pria yang memasuki usia senja ini.

Siaran yang diputar oleh Hasan merupakan radio lokal milik Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yakni LPPL Kuansing FM dengan frekuensi 100,9 FM. Radio ini dipancarkan dari Jalan Linggarjati Telukkuantan.

"Sebenarnya banyak siaran radio yang bisa ditangkap. Hanya saja, Kuansing FM lebih dinantikan. Apalagi, jelang berbuka puasa ini," tuturnya memberi alasan memutar siaran LPPL Kuansing FM.

"Selain adanya siaran yang berkualitas, mulai ceramah agama, kita bisa juga mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dan yang dinantikan adalah sirine berbuka puasa," tambah Hasan sambil tertawa.

Hasan bercerita, keberadaan LPPL Kuansing FM sangat berpengaruh dalam hidupnya untuk mendapatkan informasi. Mulai dari informasi pembangunan hingga hiburan. Dalam bulan suci Ramadan seperti ini, LPPL Kuansing FM bak kompas baginya.

"Kami akrab dengan RPD, dulu RPD namanya dan sekarang LPPL Kuansing FM. Jadi, dari dulu sirine berbuka puasa dari Kuansing FM menjadi pedoman kami. Tidak hanya itu, saat sahur pun ada sirine-nya tanda sudah imsyak," papar Hasan.

Bagi Hasan yang mulai sakit-sakitan, radio menjadi teman 'setianya'. Dari radio dia mendapatkan hiburan. Bahkan, kerinduannya akan pacu jalur di Tepian Narosa terobati ketika mendengar liputan langsung LPPL Kuansing FM.

"Ada dulu, sekitar dua tahun yang lalu. RPD ini tak aktif. Itu memang terasa sepi. Jangankan mau mendengar pacu jalur, mendengar sirine berbuka saja tak bisa," kenang Hasan.

Akan tetapi, kerinduannya akan LPPL Kuansing FM segera terobati. Setelah, radio milik Pemda Kuansing itu mengudara lagi. "Alhamdulillah, sekarang sudah bisa mendengar RPD lagi dan kami tidak ketinggalan informasi tentang Kuansing."

"Sekarang pun kami jadi tahu bahwa ada virus corona. Ternyata, untuk menghindari virus ini, kita tidak boleh keluar rumah. Kemudian, harus rajin cuci tangan dan pakai masker. Itu imbauan pemerintah yang saya dengar di RPD," papar Hasan.

Sedang asik-asiknya bercerita tentang radio, tiba-tiba suara yang dinantikan muncul. Ya, sirine berbuka puasa yang kemudian diikuti azan magrib.

"Yuk, kita berbuka lagi. Sudah masuk waktu buka ni," ujar Hasan yang duduk bersila. Teh es, kolak pisang plus 'puluik kucuang' sudah terhidang di depannya. Sambil santap berbuka, Hasan meminta cucunya untuk mematikan radio. "Matikan dulu, nanti habis batrainya," perintahnya.

*

LPPL Kuansing FM sudah berdiri sejak tahun 2002 ketika Kuansing masih dipimpin oleh Asrul Ja'far. Ketika itu, namanya adalah RPD Kuansing FM. Dasar hukum pendirian RPD Kuansing FM adalah Peraturan Bupati (Perbup). Karena hanya Perbup, RPD Kuansing FM berhenti siar pada pertengahan 2017. Sebab, untuk mendirikan radio harus punya Perda sebagai payung hukum.

Pada tahun 2019, tepatnya pada bulan Mei, RPD Kuansing FM kembali mengudara setelah mengantongi izin dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. RPD Kuansing FM langsung berganti nama menjadi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kuansing FM.

Sejak mengudara kembali, LPPL Kuansing FM kembali menjadi corong pemerintah dalam memberikan informasi pembangunan Kuansing. Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Kominfo) Kuansing terus meningkatkan konten siaran.

"Kalau dalam bulan Ramadan, tentu isi konten lebih banyak religi-nya. Apalagi menjelang berbuka puasa, kita siarkan ceramah agama, baca Al-Quran dan azan magrib," ujar Samsir Alam, Kepala Kominfo Kuansing, Senin (27/4/20200 di Telukkuantan.

Melalui LPPL Kuansing FM, lanjut Kadis, pemerintah bisa memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Baik itu informasi pembangunan maupun berbagai macam imbauan. Seperti saat pandemi Covid-19 ini, LPPL Kuansing FM menjadi andalan pemerintah menyiarkan informasi yang benar.

"Nah, selama pandemi Covid-19 ini sekolah diliburkan. Anak-anak tak lagi belajar di sekolah. Kasihan kita melihat kondisi ini. Karena itu, kemaren kami sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, rencananya kami buat konten guru mengajar melalui radio," ucap Kadis mengutarakan program inovasi untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak Kuansing.

Kadis berharap, program tersebut bisa terealisasi. Jika itu terealisasi, maka masyarakat Kuansing terutama anak-anak bisa menambah ilmu pengetahuan.

"Jika siaran ini sudah jalan, anak-anak juga bisa berinteraksi dengan guru yang mengajar tersebut. Interaktif. Kita akan mengupayakan program belajar melalui radio ini," kata Kadis.

Untuk saat ini, pemancar LPPL Kuansing FM belum sepenuhnya bisa menjangkau seluruh wilayah Kuansing. Menurut Kadis, ada beberapa kecamatan yang belum terjangkau, seperti Singingi dan Singingi Hilir.

"Ini karena keterbatasan alat. Insya Allah, kita akan upayakan agar menjangkau seluruh wilayah di Kuansing," ujar Kadis.

Kendati demikian, masyarakat yang belum terjangkau pemancar radio masih bisa mendengarkan LPPL Kuansing FM. Sebab, Diskominfo Kuansing sudah membuat LPPL Kuansing FM versi daring.

"Kita sudah mengembangkan versi daring. Jadi, radio ini bisa didengar secara online. Masyarakat bisa mendownload aplikasi Portal Kuansing di Playstore. versi daring melalui website kuansing.go.id dan kotajalur.kuansing.go.id
Nah, sebenarnya radio kita ini sudah bisa diakses dari mana saja. Tidak hanya wilayah Kuansing, tapi juga luar negeri," terang Kadis. (Advertorial).

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Kolom isian yang wajib diisi ditandai *
Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Profil Kuansing

  • Bupati
    Dr. H. Suhardiman Amby ,MM
  • Wakil Bupati
    H. Muklisin
  • Hari Jadi
    12 Oktober 1999
  • Luas
    7.656,03 km2
  • Penduduk
    325.307 jiwa (2016)
  • Kepadatan
    41,53 km2 (2016)
  • Kecamatan
    15
  • Kelurahan
    11
  • Zona Waktu
    WIB (GMT +7)
  • Kode Telepon
    +62 0760
  • Koordinat
    0 000 -1 0 00 LS
    101 0 02 - 101 0 55 BT
  • Ketinggian
    400 mdpl
LPPL Kuansing FM
LPPL Kabupaten Kuantan Singingi